Enteritis infantil adalah salah satu penyakit yang paling umum terjadi pada bayi dan anak-anak. Ada banyak tanda dan gejala enteritis pada bayi dan anak-anak, dan orang tua harus menyadari tanda dan gejala ini sehingga dapat dideteksi dan diobati lebih awal. Bayi dan balita yang menderita radang usus akan mengalami demam yang signifikan dan akan sangat lelah dan lemah. Ada juga gejala gastrointestinal yang jelas, termasuk kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, serta peningkatan jumlah buang air besar, dari 3 hingga 10 kali sehari atau lebih. Feses dapat berubah karakternya dan mungkin tampak sebagai feses yang tipis dan berair. Kasus ringan tidak menunjukkan tanda-tanda oedema atau toksisitas sistemik dan sebagian besar anak akan pulih dalam beberapa hari. Namun demikian, selain mual, muntah dan diare, anak-anak yang menderita radang usus yang parah, juga dapat menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, koma dan tanda-tanda toksisitas sistemik lainnya, yang bisa menyebabkan kematian pada kasus yang parah. Orang tua harus bisa membedakan antara radang usus yang parah dan ringan. Pada kasus yang parah, bayi harus dibawa ke dokter untuk menjalani tes tinja rutin untuk menentukan apakah itu disebabkan oleh bakteri atau virus, sehingga pengobatan dapat diberikan. Jika gejala radang usus ringan, bayi harus diberi makanan yang tepat dan kebutuhan normalnya terpenuhi. Jika bayi biasanya disusui, teruskan menyusui. Berikan bayi Anda banyak cairan untuk menghindari dehidrasi akibat diare, yang dapat memperburuk kondisinya.