Kemampuan untuk minum air tidak serta merta menyingkirkan kemungkinan infeksi rabies, karena hidrofobia adalah salah satu gejala rabies yang lebih menonjol, tetapi kemampuan untuk minum air saja tidak menyingkirkan kemungkinan rabies, dan perlu dianalisis bersamaan dengan riwayat medis, manifestasi klinis dan tes tambahan. 1. Riwayat medis: Tanyakan kepada orang yang sedang diperiksa apakah mereka telah dicakar atau digigit oleh anjing atau hewan lain di masa lalu, dan apakah mereka memiliki reaksi seperti takut angin, takut air dan demam. Jika riwayat ini ada, kemungkinan terinfeksi rabies lebih tinggi. 2. Manifestasi klinis: Rabies umumnya memiliki masa inkubasi, masa prodromal, masa kegembiraan dan masa kelumpuhan setelah timbulnya penyakit. Pada masa inkubasi, virus memainkan peran kecil dan umumnya tidak memiliki kinerja spesifik; pada periode prodromal, ada demam rendah, kelesuan dan sesak tenggorokan, mirip dengan tanda-tanda flu; pada periode kegembiraan, umumnya ada berbagai gejala ketakutan, seperti takut air, takut angin, pasien yang lebih khas melihat air, minum air, dan bahkan mendengar suara air akan merasa takut; pada periode kelumpuhan, pasien akan berangsur-angsur diam, dengan kelumpuhan anggota tubuh yang paling umum. Oleh karena itu, gejala klinis rabies sangat kompleks dan kemampuan untuk minum air saja tidak menyingkirkan kemungkinan infeksi rabies. Setelah digigit kucing atau anjing, penting untuk segera mengobati lukanya dan mendapatkan vaksinasi rabies. Jika rabies didiagnosa, pasien harus diobati pertama-tama dengan isolasi dan kedua dengan istirahat di tempat tidur dan pengobatan simtomatik.