Tidak ada laporan klinis yang jelas mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan mukosa mulut untuk pulih setelah berhenti mengonsumsi sirih, tetapi perlu untuk menilai pasien berdasarkan lamanya waktu ia mengunyah sirih dan kebiasaan makan hariannya. Pertama, sirih keras dan dapat dengan mudah mengikis gigi setelah dikunyah, melonggarkannya, merusak kesehatan periodontal, merusak mukosa mulut atau membuatnya menjadi hitam. Kedua, zat yang terkandung dalam sirih dapat bereaksi dengan air liur untuk menghasilkan zat nitrit, yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker, terutama kanker mulut, ketika sirih dikunyah secara teratur. Ketiga, ampas sirih bersifat keras dan dapat merangsang dinding lambung, menyebabkan gastritis dan bahkan perforasi lambung, sehingga mempengaruhi fungsi sistem pencernaan. Keempat, konsumsi sirih dalam jangka panjang mudah membuat ketagihan dan dapat menyebabkan gangguan saraf pusat dan halusinasi. Oleh karena itu, disarankan agar teman-teman, terutama yang rentan terhadap sariawan dan penyakit mukosa, harus mencoba untuk mengurangi atau tidak mengunyah sirih pinang, untuk menciptakan lingkungan mulut yang baik.