Apa saja pertimbangan diet untuk pasien tumor?

Gangguan nutrisi yang disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak memadai atau berlebihan dalam makanan berkaitan erat dengan perkembangan tumor ganas. Asupan kalori yang berlebihan tidak hanya cenderung menyebabkan obesitas, tetapi juga meningkatkan kejadian kanker. Karbohidrat adalah sumber utama kalori, dan asupan yang berlebihan akan menyebabkan kelebihan kalori. Lemak juga merupakan sumber kalori. Data menunjukkan bahwa tujuh jenis kanker, termasuk kanker payudara, usus besar, rektum, endometrium, ovarium, prostat, dan kandung empedu, terkait dengan asupan lemak yang berlebihan. Makanan yang digoreng, terutama makanan daging yang digoreng, akan mengandung senyawa amina heterosiklik yang bersifat karsinogenik, sebaiknya tidak dimakan lebih banyak. Serat dapat merangsang gerak peristaltik usus, mempercepat pengosongan feses, mengurangi waktu kontak karsinogen dengan dinding usus, dan mengurangi terjadinya kanker. Vitamin A, vitamin C dan vitamin E memiliki efek penghambatan terhadap karsinogen. Vitamin A, vitamin E terdapat pada daging, telur, lemak, vitamin C terdapat pada sayuran dan buah-buahan segar. Makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan, serta makan daging, telur, dan lemak dengan tepat dapat mengurangi terjadinya kanker. Elemen selenium dan molibdenum memiliki efek menghambat kanker. Makanan laut mengandung lebih banyak selenium, dan molibdenum terutama ditemukan dalam biji-bijian dan air minum. Beberapa komponen dalam teh memiliki aktivitas pencegah kanker, jadi minum teh dengan benar baik untuk kesehatan.