Apa yang perlu saya lakukan setelah operasi tumor mulut dan rahang atas?

  Setelah operasi awal untuk keganasan mulut dan rahang atas, sangat penting untuk mencegah kekambuhan, terutama kekambuhan lokal. Namun, karena lingkungan hidup pasien tumor yang berbeda, jenis tumor dan sensitivitas terhadap terapi tambahan pasca operasi, dan terlebih lagi karena sifat biologis tumor ganas yang cenderung kambuh, masih sulit untuk mencegah kekambuhan sepenuhnya dengan alat medis yang ada. Namun, dengan kemajuan teknologi medis, tumor masih dapat dikendalikan atau bahkan disembuhkan pada tahap awal kekambuhan. Bagaimana cara mendeteksi kekambuhan tumor pada tahap awal? Pemeriksaan mandiri yang baik dan tepat waktu adalah kuncinya.  Kasus pertama adalah seorang pasien lanjut usia berusia delapan puluhan yang telah menjalani reseksi yang diperpanjang untuk karsinoma epidermal mukosa hipofraksiasi kelenjar submandibula dan diseksi kelenjar getah bening serviks radikal 3 tahun yang lalu, diikuti dengan terapi radiasi lokal dosis yang memadai. Namun, 1 bulan yang lalu, ia tiba-tiba merasakan adanya massa di daerah sub-dagu di sisi yang sama dengan area lesi terakhir, yang hanya berukuran setengah dari nasi kacang, teksturnya keras dan tidak aktif. Dia datang kepada saya untuk melihat-lihat. Setelah pemeriksaan, ia segera diminta untuk dirujuk ke departemen kami untuk perawatan. Awalnya dia ragu-ragu, ingin mengamatinya untuk sementara waktu, tetapi atas desakan saya, dia setuju untuk dirujuk untuk operasi. Selama operasi, hanya ditemukan massa keras seukuran kacang hijau pada perlekatan otot dagu, dan temuan patologisnya adalah karsinoma berdiferensiasi rendah. Pemeriksaan patologis menunjukkan bahwa massa tersebut adalah karsinoma hipofraksiasi. Eksisi lokal yang diperbesar dan implantasi partikel radioaktif kemudian dilakukan, dan tidak ada sel kanker yang ditemukan pada margin sayatan selama pembedahan. Deteksi dan pengobatan yang tepat waktu memberi pasien ini kesempatan lain untuk sembuh.  Dari kasus ini, kita dapat melihat bahwa meskipun banyak pasien yang dapat melakukan pemeriksaan rutin, namun hal tersebut hanya bersifat relatif. Hal ini karena tumor juga dapat terjadi kapan saja selama interval antara pemeriksaan. Oleh karena itu, pasien harus memperhatikan pemeriksaan diri setiap hari setelah operasi dan harus mencari konsultasi medis segera setelah kelainan terdeteksi, dan tidak boleh bersantai dan menunda perawatan.