Nilai standar klinis untuk glukosa darah puasa pada wanita hamil adalah 3,1-5,1 mmol/L, glukosa darah postprandial 1 jam di bawah 10,0 mmol/L, dan glukosa darah postprandial 2 jam di bawah 8,5 mmol/L. Setiap pengukuran glukosa darah di atas nilai standar tersebut dapat berbahaya, dan semakin tinggi nilai glukosa darah, maka semakin serius situasinya, sehingga tidak ada nilai yang spesifik yang dapat diberikan. Jika gula darah seorang wanita hamil berada di atas kisaran normal dalam waktu yang lama, hal ini dapat berdampak pada kesehatannya dan pertumbuhan dan perkembangan bayinya. Sebagai contoh, gula darah di atas 8mmol/L dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan ketidakcukupan organ bawaan pada janin, dan di atas 10mmol/L dapat menyebabkan masalah serius seperti malformasi pada janin, yang juga merugikan kesehatan ibu hamil. Jika gula darah berada di bawah kendali normal atau tetap stabil, tidak ada dampak besar pada tubuh. Jika gula darah tidak terkontrol dengan baik, wanita hamil rentan terhadap obesitas, infeksi, gangguan metabolisme diabetes yang dipercepat, dan bahkan kondisi serius seperti ketoasidosis diabetes. Hal ini juga dapat menyebabkan peningkatan cairan ketuban, lebih mungkin dikombinasikan dengan tekanan darah tinggi, dan peningkatan kemungkinan persalinan yang sulit karena kehadiran bayi besar. Jika gula darah wanita hamil terlalu tinggi dan tidak terkontrol dengan baik, bayi kemungkinan besar akan mengalami gawat janin, yang mengakibatkan pertumbuhan yang lambat, malformasi, serta peningkatan risiko keguguran dan kelahiran prematur. Ketika bayi baru lahir dikeluarkan dari lingkungan gula darah ibu yang tinggi, tingkat insulin yang tinggi dalam tubuh dapat dengan mudah memicu hipoglikemia pada bayi baru lahir dan meningkatkan kemungkinan terjadinya sindrom gangguan pernapasan neonatal. Wanita hamil dengan glukosa darah tinggi harus dikontrol dengan diet dan olahraga. Pola makan harus seimbang dan bergizi, dengan porsi kecil dan sering. Olahraga harus moderat, dengan tujuan utama mengurangi kelebihan gula dalam tubuh. Jika diet dan olahraga tidak cukup baik, obat-obatan juga dapat digunakan.