Wanita dengan kelainan rahim biasanya tidak memiliki resistensi yang tinggi pada arteri rahim.
Malformasi uterus, juga dikenal sebagai kelainan perkembangan uterus, dapat mencakup uterus basal, uterus unicornuate, uterus tunggang, uterus longitudinal, dll. Beberapa pasien dengan malformasi uterus tidak memiliki gejala apa pun, dan beberapa di antaranya mungkin memiliki tingkat fungsi reproduksi yang berbeda, seperti kelainan menstruasi, ketidaksuburan, atau kehamilan patologis, dll. Tidak ada bukti klinis bahwa resistensi arteri uterus tinggi pada malformasi uterus. Tidak ada bukti klinis bahwa resistensi arteri uterus tinggi pada malformasi uterus.
Resistensi arteri uterus umumnya mencerminkan perfusi rahim. Resistensi arteri uterus yang tinggi mungkin bersifat fisiologis, seperti yang disebabkan oleh kompresi janin pada arteri uterus pada akhir kehamilan, atau mungkin disebabkan oleh faktor patologis seperti hipertensi, arteriosklerosis uterus, dan diabetes melitus pada kehamilan.
Jika pasien memiliki resistensi arteri uterus yang tinggi dan faktor fisiologis dikesampingkan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengidentifikasi dan mengobati penyebabnya.