Buang air besar yang normal membutuhkan sensasi anorektal yang tepat. Reseptor dasar panggul dianggap penting dalam mendeteksi keberadaan feses di dalam rektum. Pasien dengan impaksi tinja dan inkontinensia luapan tinja mengalami penurunan sensasi rektum, dan pasien dengan inkontinensia tinja traumatik dan idiopatik (inkontinensia tinja idiopatik) dapat mengalami sensasi saluran dubur yang tidak normal. Inkontinensia tinja idiopatik, atau inkontinensia tinja neurogenik, disebabkan oleh kerusakan progresif pada saraf yang mengendalikan otot-otot melintang dasar panggul dan sfingter anus eksternal, serta berkurangnya fungsi sfingter internal. Bagaimana cara memperbaiki pola makan jika inkontinensia disebabkan oleh hilangnya refleks saluran anus? 1. Konsumsi air yang cukup: Minumlah 6-8 gelas air (sekitar 2 liter) atau minuman lain setiap hari, dan pertahankan jumlah buang air kecil untuk memperkuat fungsi pertahanan alami saluran kemih, yang dapat membantu mencegah infeksi saluran kemih. Selain itu, mengurangi alkohol, kopi, teh kental dan soda, serta minuman diuretik lainnya juga dapat membantu memperbaiki inkontinensia urin. 2. Mencegah sembelit: Makan lebih banyak buah, sayuran dan makanan berserat tinggi, dan minum air putih dalam jumlah yang sesuai setiap hari, bersama dengan olahraga ringan, dapat meringankan sembelit dan memperbaiki inkontinensia yang disebabkan oleh sembelit.