Anemia hemolitik autoimun sebagian besar didiagnosis melalui manifestasi klinis dan tes laboratorium.
1. Manifestasi klinis: anemia hemolitik autoimun sebagian besar bermanifestasi sebagai hemolisis ekstravaskuler kronis, dengan manifestasi klinis berupa anemia, splenomegali, dan ikterus. Hiperbilirubinemia jangka panjang dapat dipersulit oleh gangguan fungsi hati dan kolelitiasis.
2. Pemeriksaan laboratorium: diagnosis anemia hemolitik autoimun sebagian besar menggunakan tes anti-human globulin langsung, dan mereka yang memiliki tes positif sebagian besar menunjukkan penyakit ini, terutama untuk anti-IgG dan anti-komplemen tipe C3. Anemia pigmentasi positif seluler positif, peningkatan rasio retikulosit, sel darah putih dan trombosit normal, sumsum tulang mengalami hiperplasia kompensasi, terutama hiperplasia eritrosit remaja.
Jika dicurigai adanya anemia hemolitik autoimun, pasien harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk mendapatkan diagnosis yang jelas agar tidak menunda kondisi tersebut.