Tetrasiklin tidak boleh digunakan pada anak di bawah usia beberapa tahun

  Tetrasiklin adalah obat antibakteri berspektrum luas dan tidak boleh digunakan pada anak di bawah usia 8 tahun untuk menghindari reaksi merugikan yang serius.  Tetrasiklin memiliki efek pada perkembangan tulang janin, neonatal, dan bayi. Tetrasiklin juga dapat menyebabkan hipoplasia enamel dan penguningan pada gigi susu dan gigi permanen anak-anak, yang mengakibatkan gigi tetrasiklin. Tetrasiklin merupakan iritasi utama pada saluran pencernaan anak-anak, menyebabkan gangguan pada flora normal tubuh, yang mengakibatkan mual, muntah, diare, gangguan pencernaan, kehilangan nafsu makan, dan gejala lainnya, dan juga menghambat bakteri yang memproduksi vitamin B dan vitamin K di saluran usus anak-anak, yang mengakibatkan kekurangan vitamin. Oleh karena itu, tetrasiklin harus dikontraindikasikan pada anak di bawah usia 8 tahun untuk menghindari efek samping.  Selain itu, reaksi alergi seperti ruam obat, gatal-gatal pada dubur dan vulva dapat terjadi pada anak-anak setelah mengonsumsi tetrasiklin, dan penggunaan jangka panjang atau berat dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.