Etiologi dan patogenesis konstipasi fungsional pada anak-anak Konstipasi fungsional (FC) mengacu pada konstipasi yang disebabkan oleh penyakit organik pada saluran usus yang dikecualikan atau organisme sistemik dan faktor farmakologis, dan tingkat kejadiannya mencapai 90%~95% dari konstipasi pada anak-anak. Etiologi dan patogenesis FC masih belum jelas, dan artikel ini memberikan tinjauan tentang penyebab umum dan patogenesisnya. Faktor diet Kurangnya asupan makanan yang memadai, struktur diet yang tidak rasional merupakan faktor penting yang menyebabkan konstipasi, kurangnya serat makanan dan asupan air yang cukup mudah menyebabkan konstipasi. Faktor psikologis dan sosio-perilaku Anak-anak cenderung menahan buang air besar dalam waktu yang lama dan disengaja karena berbagai alasan, yang dapat menyebabkan dilatasi rektum dan usus besar bagian bawah, retensi tinja yang berkepanjangan, tinja yang keras dan kering, dan impaksi tinja, sehingga menyebabkan sembelit. Di sisi lain, kurangnya kebiasaan buang air besar yang baik dan kegagalan untuk menguasai cara buang air besar yang benar adalah penyebab umum sembelit pada bayi dan anak-anak. Kelainan motilitas usus Kelainan motilitas usus meliputi diskinesia kolon dan diskinesia anorektal. Diskinesia kolon adalah penyebab konstipasi yang terjadi secara perlahan-lahan, dan mekanisme patofisiologisnya tidak jelas. Perubahan patologis pada sistem saraf kolon dan otot polos usus merupakan penyebab utama dinamika kolon yang abnormal, kelainan pada distribusi dan fungsi sel stroma mesenkim Cajal merupakan faktor penting dalam gangguan dinamika usus. Dyskinesia rektal-anal bermanifestasi sebagai konstipasi obstruktif, dengan penyebab umum seperti inkoordinasi sfingter anus dan sindrom kejang otot dasar panggul. Perubahan pada neurotransmiter dan reseptor yang berhubungan dengan motilitas usus merupakan penyebab penting dari motilitas usus yang abnormal. Kelainan pada tingkat hormon gastrointestinal dapat menyebabkan kelainan pada dinamika gastrointestinal. Sekitar 40 hormon gastrointestinal telah diidentifikasi, seperti motilitas lambung, peptida usus vasoaktif, dan 5-hidroksitriptamin. Pengaruh mikroekologi usus Lingkungan mikroekologi usus anak-anak dengan FC berbeda dengan populasi normal, tetapi hubungan sebab akibat antara FC dan perubahan flora usus belum diketahui secara pasti. Mikroekologi usus yang baik membantu mempersingkat waktu transit kolon, yang mungkin terkait dengan fakta bahwa probiotik memecah kandungan luminal usus untuk menghasilkan asam laktat dan asam lemak rantai pendek, yang dapat bekerja pada saraf enterik dan menstimulasi gerakan peristaltik usus, sehingga mendorong buang air besar. Rangkuman Secara ringkas, patogenesis FC dikaitkan dengan banyak faktor, terutama kelainan dinamika usus dan perubahan lingkungan mikroekologi usus dalam kaitannya dengan FC semakin mendapat perhatian. Sangat penting secara klinis untuk mengeksplorasi lebih lanjut potensi patogenesis FC dan menemukan jalur pengobatan yang efektif.