Apa yang dimaksud dengan inseminasi buatan oleh suami?

Inseminasi buatan adalah penyuntikan air mani secara buatan ke dalam saluran reproduksi wanita untuk memungkinkan pasangan yang tidak subur memiliki anak. Inseminasi buatan yang menggunakan sperma suami disebut inseminasi buatan dengan sperma suami (AIH). Metode ini menggunakan metode pemantauan seperti pemindaian ultrasound atau tes hormon dalam darah untuk memprediksi kapan pasien akan berovulasi. Sperma kemudian dicuci secara manual untuk menghilangkan lendir, kotoran dan sperma yang mati dari air mani, dan kemudian dipekatkan dalam 0,5 ml media buatan. Dalam situasi alami, seorang wanita hanya berovulasi satu sel telur per siklus menstruasi. Untuk meningkatkan peluang kehamilan, pil ovulasi harus diberikan atau disuntikkan untuk merangsang indung telur agar menghasilkan lebih banyak sel telur sebelum inseminasi buatan dapat dilakukan. Pemindaian ultrasonografi juga digunakan, bersama dengan tes darah, untuk melacak kematangan sel telur. Setelah folikel-folikel tersebut matang, HCG disuntikkan untuk mendorong sel telur dikeluarkan setelah 36 hingga 40 jam. Dengan pemantauan yang ketat ini, waktu ovulasi dapat ditentukan secara akurat dan kemudian sperma dapat dikirim ke tubuh pada waktu yang tepat dengan menggunakan inseminasi buatan untuk mencapai tingkat kehamilan 20% hingga 30%.