Trivia Inseminasi Buatan

Inseminasi buatan adalah teknik di mana sperma dioptimalkan dan kemudian disuntikkan ke dalam saluran reproduksi wanita dengan cara non-koital untuk membuatnya hamil. Saat ini, teknik yang umum digunakan adalah penyuntikan sperma ke dalam rongga rahim wanita, yang disebut sebagai IUI. Indikasi untuk inseminasi buatan adalah: 1, oligozoospermia ringan pada pasangan pria; 2, azoospermia pada pasangan pria; 3, kesulitan dalam melakukan hubungan seksual; 4, ketidaksuburan akibat faktor serviks pada pasangan wanita; 5, ketidaksuburan yang tidak dapat dijelaskan, dan seterusnya. Orang-orang di atas dapat dipertimbangkan untuk melakukan inseminasi buatan, tetapi setidaknya satu sisi tuba falopi wanita harus terbuka, dan pasangan yang melakukan inseminasi buatan juga harus memberikan “tiga sertifikat”, yaitu kedua sisi kartu identitas, akta nikah, dan sertifikat ketidaksuburan yang disediakan oleh departemen manajemen keluarga berencana setempat. Inseminasi buatan dapat dibagi menjadi inseminasi buatan dengan air mani suami (AIH) dan inseminasi buatan dengan air mani donor (AID) tergantung pada sumber sperma. AIH biasanya disebut sebagai Inseminasi Buatan dengan Sperma Suami (AIH), sedangkan AID tersedia untuk pasien yang suaminya azoospermik, dan menurut peraturan nasional, sumber sperma untuk AID disediakan dan dikelola oleh Bank Sperma Manusia yang diakreditasi oleh Kementerian Kesehatan. AID juga dapat dibagi menjadi AIH siklus alami dan AIH siklus induksi ovulasi menurut protokol yang berbeda. Untuk pasien dengan ovulasi normal, siklus alami IUI biasanya dipilih, sedangkan untuk pasien dengan gangguan ovulasi, siklus induksi ovulasi IUI biasanya digunakan.