Langkah-langkah dalam IUI Memantau perkembangan folikel: IUI dapat dilakukan secara alami atau dengan siklus induksi ovulasi, yang telah terbukti dapat meningkatkan angka kehamilan. Siklus alami melibatkan pemantauan ukuran folikel dan lapisan rahim tanpa menggunakan obat. Induksi ovulasi mengacu pada penggunaan obat-obatan seperti clomiphene, letrozole dan gonadotropin (HMG, FSH) untuk memantau folikel berukuran ≥18 mm dan HCG intramuskular untuk mendorong pematangan dan pemecahan folikel. Waktu IUI: Perkembangan folikel dipantau untuk menentukan waktu ovulasi, dan prosedur IUI dilakukan paling dekat dengan waktu ketika wanita berovulasi Pemrosesan air mani: Air mani segar dikumpulkan dengan masturbasi ke dalam gelas pengambilan, disentrifugasi oleh staf laboratorium, dan dicuci sebelum dimasukkan ke dalam semprit. Injeksi Rahim: Air mani yang telah diproses dialirkan melalui kateter dan disuntikkan ke dalam rongga rahim. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan IUI: Usia pasangan: Bertambahnya usia pasangan akan menurunkan tingkat kehamilan. Telah diketahui bahwa kesuburan wanita menurun seiring bertambahnya usia, terutama karena penurunan kualitas sel telur dan penurunan toleransi endometrium. Lama ketidaksuburan: Seiring dengan bertambahnya tahun ketidaksuburan, kemungkinan kehamilan akan menurun. Jumlah siklus pengobatan: Sebagian besar dokter setuju bahwa pasangan yang tidak subur dengan 4-6 kali IUI harus menjalani IVF. Parameter sperma: Viabilitas sperma dan persentase sperma dengan morfologi normal merupakan indikator kesuburan yang paling penting di antara parameter air mani. Faktor psikologis: Faktor psikologis seperti stres pada resipien dapat mempengaruhi regulasi aksis HPO yang mengakibatkan gangguan ovulasi dan kemungkinan kegagalan pembuahan.