Apakah kehamilan menyebabkan sembelit?

Setelah kehamilan, sejumlah perubahan fisiologis terjadi dalam tubuh akibat perubahan kadar hormon dan pengaruh neuroendokrin, termasuk perubahan pada usus. Secara klinis telah terbukti bahwa 90% wanita hamil cenderung mengalami sembelit. Salah satu penyebab utama konstipasi pada wanita hamil adalah tekanan rahim yang membesar pada rektum. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, rahim membesar dan kepala janin memasuki panggul dengan tekanan yang lebih besar pada rektum, sehingga meningkatkan kejadian sembelit. Hal ini, ditambah dengan efek dari banyaknya jumlah progesteron dalam tubuh, membuat otot-otot polos lambung dan usus menjadi kurang tegang dan rileks, melemahkan gerakan peristaltik, memperpanjang waktu tinggal feses di usus besar dan membuat wanita hamil menjadi kurang aktif, sehingga membuat mereka lebih rentan terhadap sembelit. Selain itu, wanita hamil juga mungkin rentan terhadap sembelit karena perubahan pola makan, makan terlalu banyak makanan bergizi dan kurang berolahraga pada masa-masa awal kehamilan. Inilah sebabnya mengapa wanita hamil sering mengalami sembelit. Seperti yang telah disebutkan di atas, sembelit adalah hal yang umum terjadi selama kehamilan dan sebagian besar gejalanya akan mereda seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, jadi jangan khawatir. Sebagai wanita hamil, penting untuk menjaga suasana hati Anda tetap rileks, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan yang mudah dicerna dan berserat, kurangi makanan pedas dan makanan yang merangsang, dan lakukan buang air besar secara teratur untuk mencegah sembelit.