Keputihan encer tanpa bau mungkin merupakan fenomena fisiologis yang normal, atau mungkin karena kelainan yang disebabkan oleh penyakit, disarankan agar wanita pergi ke rumah sakit ginekologi, di bawah bimbingan dokter untuk leukorea rutin, ginekologi, USG, CT, dan tes lainnya untuk memperjelas diagnosis dan pengobatan penyebabnya. Pertama, fenomena fisiologis: biasanya wanita dalam masa ovulasi dan menstruasi akan muncul sebelum jumlah keputihan meningkat, berair, tidak disertai dengan bau yang khas. Hal ini disebabkan karena sekresi estrogen memuncak pada masa ovulasi dan kongesti panggul sebelum menstruasi, yang merupakan fenomena normal dan tidak memerlukan penanganan khusus. Fenomena patologis: 1, tumor tuba falopi: tidak ada gejala pada tahap awal, ketika lesi berkembang, keputihan dapat muncul, yaitu cairan encer berwarna kuning, kadang-kadang seperti serum, tanpa bau, jumlahnya bervariasi, dan keputihan terputus-putus. Pembedahan, radioterapi, kemoterapi dan metode pengobatan lainnya dapat dilakukan, dan metode pembedahan yang umum digunakan termasuk pembedahan sitoreduktif tumor, pembedahan kelenjar getah bening, dll. 2. Kanker endometrium: pada tahap awal, dapat muncul cairan putih encer atau keputihan berdarah dalam jumlah sedikit, yang biasanya tidak berbau, dan seiring perkembangan penyakit, dapat muncul cairan bernanah yang disertai dengan bau yang khas setelah dikombinasikan dengan infeksi. Pengobatan didasarkan pada pembedahan, ditambah dengan radioterapi dan kemoterapi untuk meningkatkan prognosis pasien. Tindakan pencegahan dalam kehidupan sehari-hari, wanita harus memperhatikan kehidupan seksual dan kebersihan menstruasi, sering mengganti pakaian dalam, mencuci vulva dengan air hangat setiap hari, menjaga vulva tetap bersih dan kering, dan mencegah terjadinya infeksi. Jika gejala keputihan encer terus berlanjut, wanita disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mengetahui penyebab penyakit dan diobati sesuai dengan hasil tes.