Mengapa wanita lebih mungkin mengalami nyeri lutut

Nyeri lutut adalah kondisi yang umum terjadi dalam kehidupan dan kita semua pernah mengalaminya. Hal ini sangat umum terjadi pada atlet, meskipun hal ini tentu saja berkaitan dengan tingkat latihan yang tinggi, cedera dan ketegangan yang berulang-ulang. Namun, pada populasi umum, sering ditemukan bahwa wanita lebih sering mengalami kondisi ini daripada pria. Mengapa demikian? 1, alasan 1, perbedaan anatomi Panggul wanita secara signifikan lebih lebar daripada panggul pria, pinggul dan jauh dari garis tengah, sehingga dari pinggul ke lutut dan kemudian ke kaki, sudut rotasi eksternal meningkat, berjalan atau olahraga di depan tarikan otot paha, sehingga rotasi eksternal patela lutut gaya meningkat, tekanan lateral patela meningkat, mudah membuat tulang rawan patela melembut, ketegangan ligamen, yang menyebabkan nyeri lutut. 2, dampak faktor sosial Pada tenaga kerja klerikal dan kantoran, mayoritas wanita, tidak banyak bergerak dalam waktu lama, berulang kali menekuk lutut, aktivitas berkurang, mudah mengalami degenerasi sendi dan ligamen, osteoporosis. Akibatnya, kemungkinan terjadinya nyeri lutut sangat meningkat. Dalam banyak kesempatan, kami menemukan bahwa wanita cenderung mengambil posisi lutut ganda atau bersila karena gerakan atau pakaian yang biasa dilakukan, dan saat mengendarai sepeda, lutut berdekatan, yang membuatnya lebih mudah bagi lutut untuk berputar dan meningkatkan tekanan, yang menyebabkan kerusakan kronis jangka panjang pada lutut. Pada saat yang sama, tumit sepatu yang tinggi membuat pusat gravitasi tubuh bergeser ke depan, untuk menyeimbangkan tubuh, lutut harus sedikit ditekuk, sehingga saat berjalan dan berdiri, beban ekstra pada lutut meningkat, sehingga lebih mudah bagi jaringan untuk rusak secara kronis, meningkatkan rasa sakit. 4. Faktor-faktor lain yang merugikan seperti obesitas, kurangnya kekuatan kaki, dan adanya pakaian yang membuat lutut rentan terhadap dingin, dapat dengan mudah berkontribusi pada kerusakan sendi. II. Latihan rehabilitasi dan perawatan kesehatan lutut Jika Anda tidak banyak bergerak dalam waktu yang lama, perhatikan latihan fungsional untuk fleksi dan ekstensi sendi. Latihan untuk fleksi dan ekstensi sendi dalam posisi duduk atau berdiri adalah cara yang baik untuk mengurangi kelelahan dan nyeri lutut. Ubahlah postur duduk, berdiri, dan berjalan yang buruk. Ketika mengendarai sepeda, berhati-hatilah untuk menjaga agar lutut tetap sejajar satu sama lain dan kurangi gerakan lutut ke dalam. Kenakan sepatu dengan hak yang lebih rendah saat berjalan jauh. Jaga lutut Anda tetap hangat di musim dingin dan hindari suhu AC yang rendah di musim panas. Terakhir, para wanita disarankan untuk menjaga keindahan kaki mereka. Mengurangi kelebihan lemak tubuh dan menjaga berat badan yang standar; meningkatkan latihan kekuatan otot kaki dan menjaga kestabilan sendi lutut dapat sangat membantu mencegah nyeri lutut.