Apa yang harus dilakukan jika Anda memiliki alergi terhadap sinar UV

Jika pasien memiliki alergi UV atau peningkatan sensitivitas terhadap sinar UV, langkah-langkah berikut ini biasanya dapat dilakukan untuk mencegah reaksi: Hindari sinar matahari pada jam-jam sibuk. Cobalah untuk menghindari sinar matahari antara pukul 10.00 hingga 16.00. Hindari paparan sinar matahari dalam jumlah besar secara tiba-tiba. Banyak orang mengalami gejala alergi UV ketika terpapar sinar matahari di musim semi atau musim panas. Tingkatkan jumlah waktu yang dihabiskan di luar ruangan secara bertahap agar sel-sel kulit memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dengan sinar matahari. Kenakan kacamata hitam dan pakaian pelindung. Kemeja lengan panjang dan topi bertepi lebar dapat membantu melindungi kulit dari sinar matahari. Hindari menggunakan kain tipis atau kain yang ditenun secara longgar karena sinar UV dapat menembusnya. Gunakan tabir surya. Gunakan tabir surya berspektrum luas dengan SPF minimal 30. Penggunaan tabir surya harus diulang setiap dua jam sekali, atau lebih sering jika Anda berenang atau berkeringat. Hindari pemicu yang diketahui. Hindari pemicu jika suatu zat diketahui dapat menyebabkan reaksi kulit, seperti obat-obatan. Perawatan untuk UV sangat tergantung pada jenis alergi. Untuk kasus yang ringan, cukup dengan menghindari sinar matahari selama beberapa hari akan mengatasi tanda dan gejalanya. Jika kondisinya parah, obat dapat diminum sesuai resep dokter.