Banyak pasangan muda yang sedang mempersiapkan kelahiran bayi. Namun, sperma yang lembut akan selalu membuat pasangan terluka, suhunya terlalu tinggi, tidak bisa bernafas, bahkan radiasi ponsel pun akan melukainya. Calon ayah ingin membuat istrinya berhasil hamil, tiga bulan sebelumnya, Anda harus mulai merawat sperma. 1, memiliki gaya hidup yang baik. Merokok dan alkoholisme adalah musuh terburuk bagi sperma. Jika seorang pria dewasa merokok 30 batang sehari, tingkat kelangsungan hidup sperma hanya 40 persen. Alkoholisme dapat menyebabkan kelainan kromosom pada sperma, yang mengakibatkan janin cacat atau kerdil. Karena proses pertumbuhan sperma membutuhkan suhu yang rendah. Oleh karena itu, para calon ayah harus menjauhi lingkungan yang panas seperti sauna. Celana ketat yang menyesakkan juga akan mempengaruhi pembuangan panas testis dan mengurangi jumlah sperma. 2. Pertahankan suasana hati yang baik. Ketidakstabilan emosi secara langsung dapat mempengaruhi sistem saraf dan fungsi endokrin. Bagi pria, hal ini akan membuat fungsi spermatogenesis testis terganggu. Jika tekanan terlalu tinggi, Anda bisa berolahraga selama 30-45 menit setiap hari. Namun, perlu diperhatikan bahwa olahraga yang dilakukan jangan sampai menyebabkan kelelahan. 3, jauhi zat radioaktif, logam berat, knalpot mobil dan pestisida. Selain itu, orang yang berada di iklim dingin, dataran tinggi yang kekurangan oksigen atau lingkungan yang beracun, karena tubuh tidak dapat beradaptasi, fungsi endokrin pasti akan terpengaruh, selain itu juga akan membuat kuantitas sperma berkurang, kualitasnya menurun. Bagi calon ayah yang sedang mempersiapkan kehamilan, sebaiknya hindari merenovasi rumah enam bulan sebelum kehamilan. Jika pekerjaan membuat Anda jauh dari komputer, maka fokuslah pada pola makan Anda. Pria harus mengonsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan dan makanan laut serta mengonsumsi suplemen secara teratur seperti hati hewan. Makanan yang harus dimakan lebih sering adalah belut, sidat, teripang, sotong; diikuti oleh ubi, ginkgo, tahu beku, kulit tahu dan sebagainya. Makanan-makanan ini mengandung lisin yang tinggi, yang merupakan komponen penting dalam pembentukan sperma. Selain itu, kekurangan seng dalam tubuh juga dapat menurunkan libido, pengurangan sperma.