Apakah ada manfaatnya dalam memprediksi rejimen kemoterapi berbasis antrakuinon?

LATAR BELAKANG: Memprediksi kemanjuran kemoterapi berbasis antrasiklin pada pasien kanker payudara merupakan hal yang menantang. Penelitian ini akan mengevaluasi nilai HER2 dan TOP2A sebagai prediktor efikasi pada pasien kanker payudara stadium awal yang menerima kemoterapi ajuvan dengan agen berbasis antrasiklin. METODE: Sebuah meta-analisis data dari lima uji coba terapi ajuvan secara acak yang membandingkan rejimen kemoterapi berbasis antrakuinon dengan rejimen siklofosfamid, metotreksat, dan fluorourasil (CMF) dilakukan. Kami menilai status gen HER2 dan TOP2A dengan hibridisasi fluoresensi in situ. Sampel tumor dikirim ke laboratorium eksternal untuk validasi. Beberapa pasien diobati dengan kemoterapi berbasis antrakuinon dan yang lainnya dengan CMF, dan kami membandingkannya dengan menghitung rasio bahaya (hazard ratio/HR) pada 2 kohort HER2 (tumor dengan gen HER2 yang diamplifikasi dan yang tidak diamplifikasi) dan 3 kohort TOP2A (tumor normal, yang diamplifikasi, dan yang mengalami penghapusan) untuk membandingkannya dalam hal kelangsungan hidup bebas kejadian dan kelangsungan hidup secara keseluruhan. Catatan: Meskipun amplifikasi gen HER2 dan kombinasi amplifikasi TOP2A dengan delesi mungkin memiliki nilai dalam memprediksi kemanjuran kemoterapi berbasis antrakuinon, temuan kami tidak mendukung penggunaan antrasiklin hanya pada pasien dengan tumor dengan amplifikasi gen HER2 atau TOP2A yang abnormal.