Suara gemuruh perut setelah kehamilan umumnya disebabkan oleh rasa lapar, yang mungkin disebabkan oleh melambatnya gerakan peristaltik usus dan berkurangnya sekresi asam lambung yang menyebabkan manifestasi perut kembung, atau mungkin disebabkan oleh rangsangan kontraksi. 1. Kondisi lapar: tubuh wanita hamil memiliki metabolisme yang lebih cepat, tubuh memiliki kebutuhan yang lebih besar akan konsumsi energi, dan janin membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk tumbuh kembang pada akhir kehamilan. Oleh karena itu, segera setelah makan, usus dan perut wanita hamil akan mengeluarkan suara gemericik jika terjadi penggilingan kosong, yang merupakan fenomena fisiologis normal dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan, dan umumnya akan lega setelah makan. 2, perut kembung usus: ini juga merupakan salah satu masalah paling umum yang terjadi selama kehamilan wanita, terutama karena peningkatan kandungan progesteron pada awal kehamilan dan perlambatan gerak peristaltik usus, yang menyebabkan penurunan sekresi asam lambung dan memengaruhi fungsi pencernaan, menghasilkan suara gemericik. Selain itu, struktur pola makan yang tidak tepat juga dapat menyebabkan perut kembung, seperti sering mengonsumsi kacang-kacangan, pati, mie, minuman berkarbonasi dan makanan penghasil gas lainnya, atau sembelit, yang juga dapat menyebabkan perut keroncongan. 3, kontraksi: kontraksi juga dapat menstimulasi gerakan peristaltik saluran cerna yang menyebabkan diare, sehingga perut mengeluarkan bunyi keroncongan. Oleh karena itu, disarankan agar ibu hamil mencari pertolongan medis ketika perutnya berbunyi keroncongan untuk mengetahui penyebabnya sebelum menanganinya. Penting untuk berolahraga setiap hari untuk meningkatkan gerak peristaltik saluran cerna, dan makan makanan yang lebih mudah dicerna untuk menghindari gangguan pencernaan.