Apakah pembedahan laser berhasil untuk mata rabun?

  Bedah laser miopi, atau keratomileusis, adalah salah satu perawatan yang lebih mapan secara klinis untuk memperbaiki miopi sejati.  Miopi dibagi menjadi pseudomiopi dan miopi sejati. Dalam kasus pseudomiopia, hal utama yang harus dilakukan adalah melepaskan ketegangan pada otot siliaris, seperti menggunakan obat tetes pelumpuh otot siliaris, memalingkan muka dan mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan di setiap mata dekat, tanpa pengobatan. Dalam kasus miopi sejati, pilihan pengobatan yang tersedia adalah: memakai bingkai, memakai lensa kontak kornea, bedah refraktif kornea (bedah laser) dan bedah refraktif intraokular, jadi, menjalani bedah laser adalah salah satu metode umum untuk mengobati miopi.  Pembedahan refraktif kornea adalah bedah perubahan bentuk kornea untuk memperbaiki kelainan refraksi dan cocok untuk pasien miopi yang tidak ingin atau yang pekerjaannya tidak memungkinkan untuk melakukan koreksi optik (bingkai dan lensa kontak). Ada indikasi yang ketat: usia 18-50 tahun; kelainan refraksi yang stabil selama minimal dua tahun; indikator pemeriksaan pra-operasi terpenuhi; tidak ada penyakit mata serius lainnya (misalnya, kornea kerucut, keratitis, glaukoma, dsb.); tidak ada diabetes, penyakit kolagen, dan jaringan parut; kualitas psikologis yang baik dan kesediaan untuk menjalani pembedahan, dsb. Pemulihan penglihatan setelah operasi adalah proses bertahap dan biasanya membutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk mencapai hasil yang stabil dan optimal.  Oleh karena itu, pembedahan laser adalah pilihan bagi pasien rabun jika mereka membutuhkannya.