Infeksi H. pylori pada orang dewasa dan anak-anak dapat menyebabkan berbagai masalah gastrointestinal. Misalnya, gastritis, radang usus dan sebagainya. Sangat penting untuk mencegah infeksi H. pylori, dan tes untuk H. pylori dapat dibagi ke dalam kategori berikut ini: Endoskopi: Endoskopi memungkinkan pandangan yang jelas dari bagian dalam usus, dan dapat digunakan untuk secara langsung mendeteksi tukak lambung dan penyakit lain yang disebabkan oleh infeksi H. pylori, selain mengambil bagian dari area yang terkena. Selain itu, endoskopi juga dapat mengangkat bagian dari area yang terkena, yang dapat membantu dokter untuk menentukan tingkat dan flora infeksi secara langsung. Namun demikian, endoskopi memiliki kekurangannya, karena endoskopi menembus secara langsung ke dalam tubuh pasien dan bisa menyebabkan ketidaknyamanan yang luar biasa. Tes darah: Antibodi serum H. pylori terdapat dalam darah penderita infeksi H. pylori, jadi kita juga dapat menggunakan tes darah untuk menentukan hal ini, tetapi ada keterbatasan pada tes darah, karena antibodi dalam darah dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama bahkan setelah infeksi telah diberantas. Ada banyak faktor yang mempengaruhi darah, sehingga hasil positif palsu dapat terjadi, yang bisa jadi tidak akurat. Tes nafas: Perkembangan medis saat ini telah membuatnya lebih mudah dan lebih mudah untuk menguji H. pylori, dan tes nafas adalah cara yang sangat baik untuk menentukan keberadaan H. pylori dengan melihat flora yang terbawa dalam nafas yang dihembuskan. Jika Anda baru saja mengonsumsi antibiotik, bismut, atau penghambat pompa proton, aktivitas H. pylori rendah dan kemungkinan besar akan terjadi negatif palsu. Kesimpulannya, ada berbagai metode pengujian H. pylori, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri, dan kita dapat memilih sesuai dengan kebutuhan kita ketika memilih salah satu.