Tes tambahan apa saja yang dapat dilakukan untuk kanker payudara?

1. Mamografi: Mamografi adalah metode yang umum digunakan untuk mendiagnosis kanker payudara. Penyakit payudara yang umum dapat diklasifikasikan sebagai benjolan atau nodul, bayangan kalsifikasi, kulit yang menebal, dan perubahan saluran. Massa yang padat dengan tepi seperti duri berguna untuk diagnosis. Massa ini sering kali lebih kecil pada rontgen daripada pada palpasi klinis, yang juga merupakan tanda keganasan. Bentuk, ukuran, dan kepadatan titik-titik kalsifikasi pada film harus diperhatikan, serta jumlah dan distribusi titik-titik tersebut. Jika titik-titik tersebut berkelompok, terutama dalam jarak 1 cm satu sama lain, maka kemungkinan besar terdapat kanker payudara. Jika terdapat lebih dari 10 bintik kalsifikasi, kemungkinan keganasannya tinggi. Ultrasonografi: Ultrasonografi dapat mendiagnosis sebagian besar lesi payudara dan sangat berguna untuk payudara yang padat dan wanita muda. Di Cina, wanita memiliki lemak payudara yang relatif sedikit, sehingga USG merupakan alat pencitraan terbaik untuk jenis payudara ini. Pemindaian ultrasonografi dapat secara akurat mengidentifikasi apakah suatu benjolan bersifat kistik atau padat, dan dapat dengan jelas menunjukkan perubahan arah jalur duktus dan aliran darah di pembuluh darah, serta anatomi jaringan payudara di sekitarnya, sehingga kemungkinan kelainan pada payudara dapat ditentukan dan lokasi yang tepat dari lesi serta hubungannya dengan jaringan di sekitarnya dapat diperjelas. Ultrasonografi juga lebih unggul karena tidak melibatkan kerusakan radiasi dan dapat diulang berkali-kali. 3 . Pemeriksaan gambar termal: Gambar digunakan untuk menunjukkan distribusi suhu pada permukaan tubuh. Karena massa sel kanker yang berkembang biak kaya akan aliran darah, suhu di permukaan tubuh lebih tinggi daripada suhu di jaringan sekitarnya. Namun, metode diagnostik ini tidak memiliki kriteria gambar yang tepat, dan lokasi kelainan termal tidak sesuai dengan tumor, sehingga tingkat kepatuhan diagnostiknya buruk. 4 . Pemindaian inframerah dekat: Panjang gelombang sinar inframerah dekat adalah 600 ~ 900μm, yang dapat dengan mudah menembus jaringan lunak. Penggunaan sinar infra merah menunjukkan berbagai warna abu-abu melalui kepadatan jaringan payudara yang berbeda, sehingga menunjukkan benjolan payudara. Selain itu, sinar infra merah sangat sensitif terhadap hemoglobin dan menunjukkan bayangan pembuluh darah yang jelas pada payudara. Kanker payudara sering dikaitkan dengan peningkatan aliran darah lokal dan penebalan pembuluh darah di dekatnya, dan sinar inframerah memiliki tampilan gambar yang lebih baik untuk hal ini. 5 . Pemeriksaan CT: Pemeriksaan ini dapat secara akurat menunjukkan lokasi, ukuran dan bentuk lesi primer serta memperjelas tingkat infiltrasi benjolan ke dalam dinding dada, serta area payudara bagian belakang, ketiak, payudara bagian dalam, dan kelenjar getah bening mediastinum. Kekurangan: Mahal dan dosis radiasi yang tinggi. Berguna untuk lesi payudara yang tidak dapat diraba, lokalisasi massa pra-biopsi, massa dengan fibrosis, stadium pra-operasi kanker payudara, lesi di area yang tidak cocok untuk mamografi, tinjauan pasca-operasi kanker payudara, payudara yang padat, edema atau keterbelakangan payudara. 6 . MRI: Secara efektif dapat mengkompensasi kekurangan pemeriksaan pencitraan lainnya. Untuk lesi payudara yang tidak dapat didiagnosis dengan film polos atau USG, terutama bagi mereka yang tidak dapat menemukan lesi primer karena metastasis kelenjar getah bening di ketiak, MRI dapat digunakan untuk secara akurat memahami ukuran, jumlah, dan batas lesi tumor, untuk menunjukkan invasi dinding dada, tulang dada bagian belakang, metastasis kelenjar getah bening mediastinum dan ketiak, dll. Hal ini dapat memudahkan stadium kanker payudara dan pemilihan rencana pembedahan. MRI dapat memandu biopsi tusukan dan pengobatan intervensi, dan dapat menilai lokasi implan, apakah ada yang terlewat atau komplikasi, dan apakah ada tumor kanker pada sisa jaringan payudara setelah mammaplasty, dll. Kekurangan pemeriksaan MRI: tidak dapat menunjukkan fokus kalsifikasi, terutama kalsifikasi mikro, pemeriksaan mahal, membutuhkan waktu lama, dan gambar mudah terganggu oleh gerakan pernapasan. 7 . Biopsi: Diagnosis kanker payudara harus ditegakkan sebelum pengobatan dapat dimulai, meskipun ada banyak metode pemeriksaan, sejauh ini hanya hasil patologis yang diperoleh dari biopsi yang dapat menjadi satu-satunya dasar yang pasti untuk diagnosis. (1) Biopsi aspirasi jarum: Sitologi aspirasi jarum adalah metode yang sederhana, cepat dan aman yang dapat menggantikan beberapa bagian jaringan yang dibekukan, dengan tingkat positif yang tinggi yaitu 80% hingga 90%, dan dapat digunakan untuk pemeriksaan kanker. Jika diagnosis klinis adalah ganas tetapi sitologi melaporkan kanker jinak atau mencurigakan, biopsi bedah harus dipilih untuk memperjelas diagnosis. (2) Biopsi eksisi: Metode ini umumnya tidak dianjurkan karena kemungkinan besar akan mendorong penyebaran kanker. Metode ini hanya dapat dipertimbangkan untuk kanker stadium lanjut untuk menentukan jenis patologi. (3) Biopsi eksisi: Biopsi eksisi adalah pengangkatan benjolan dan sejumlah jaringan di sekitarnya ketika benjolan tersebut dicurigai ganas, dan umumnya membutuhkan setidaknya 1 cm dari tepi tumor untuk diangkat selengkap mungkin. Catatan: USG payudara dan mamografi dikenal sebagai “kombinasi emas” skrining kanker payudara karena biayanya yang murah, kerusakan yang minimal, kemudahan penggunaan dan banyaknya informasi diagnostik yang diberikan, serta keunggulannya yang saling melengkapi.