Pasien dengan pendarahan otak dapat diklasifikasikan secara luas ke dalam dua kategori, yaitu pendarahan berat dan pendarahan di tempat kritis, di mana pasien dapat meninggal dalam beberapa menit atau bahkan terlambat untuk disadarkan, dan sebagian besar memburuk dengan cepat dalam beberapa jam pertama. Bagian kedua adalah perdarahan di tempat yang tidak kritis, di mana pasien dengan perdarahan rendah, lesi kecil, gejala ringan dan hematoma yang terserap dengan baik dapat bertahan hidup untuk waktu yang lama, dan dalam beberapa kasus pulih dengan lebih baik atau bahkan kembali ke keadaan normal. Secara keseluruhan, angka kematian 30 hari untuk perdarahan supratentorial (terutama termasuk otak) adalah 58%, untuk perdarahan infratentorial (terutama termasuk otak kecil) adalah 31%, dan untuk perdarahan subaraknoid adalah 45%-60%. Oleh karena itu, waktu kelangsungan hidup perdarahan tergantung terutama pada lokasi dan ukuran hematoma, diikuti oleh usia pasien, penyebab perdarahan, dan kejadian serta tingkat keparahan komplikasi pasca perdarahan, seperti hidrosefalus, peningkatan tekanan intrakranial, pneumonia, emboli paru, infark miokard, dan sebagainya. Kesimpulannya, gejala pendarahan otak membaik lebih lambat daripada infark otak, dan kecepatan serta tingkat pemulihan pasien yang masih hidup bervariasi dari orang ke orang, dan rehabilitasi harus dimulai ketika kondisi pasien sudah stabil.