Kesalahpahaman berikut ini ada dalam pemahaman nasional tentang perkembangan awal ketajaman visual anak-anak ① Konsep “orthophoria”, yaitu ketajaman visual 1.0 anak-anak selama perkembangan, terlalu diperkuat, membuat masyarakat dan orang tua terlalu memperhatikan ketajaman visual anak-anak, mengabaikan elemen holistik, dinamis, dan perkembangan dari proses pembentukan visual; ② Indeks referensi bersifat simplistik dan homogen Pemantauan mata, yang merupakan “instrumen bio-optik yang kompleks dan canggih”, sangat sederhana sehingga hanya “ketajaman visual monokular, sentral, telanjang dan jarak jauh”, yang merupakan salah satu indikator subjektif fungsi visual, digunakan sebagai indikator visual pada usia perkembangan yang paling kritis. (4) Kurangnya konsep standar yang relevan tentang pembiasan masa kanak-kanak, seperti definisi ketajaman penglihatan masa kanak-kanak standar, kisaran fluktuasi ketajaman penglihatan normal selama perkembangan, perbedaan spesifik usia dalam tingkat kognisi otak dan pendewasaan definisi miopi; (5) Sifat istimewa dari ras kuning dan tekanan persaingan bertahan hidup, yang mengarah pada perkembangan intelektual prematur dan kerja kedekatan yang berlebihan, mempercepat proses perkembangan miopi pada anak-anak.