Penderita gastritis lebih baik makan jahe, tetapi bukan jahe mentah. Jahe adalah bumbu umum dan makanan hangat yang mengandung polisakarida, oleoresinol jahe dan gingerol, dan juga memiliki sifat analgesik dan anti-inflamasi. Makan jahe dengan benar dapat mendorong pengurangan peradangan dan juga membunuh bakteri berbahaya dalam sistem pencernaan, sehingga berkontribusi pada pemulihan gastritis. Fenol jahe dalam jahe juga meningkatkan empedu, anti-inflamasi, mengurangi mual dan muntah, melindungi mukosa lambung, dan meningkatkan sekresi cairan pencernaan untuk membantu mencerna makanan di perut, sehingga makan jahe dengan benar bermanfaat untuk pengobatan penyakit. Orang yang menderita gastritis dapat menambahkan sedikit jahe saat memasak, yang tidak hanya meningkatkan rasa hidangan, tetapi juga tidak menyebabkan iritasi pada mukosa lambung, dan pada saat yang sama dapat meningkatkan sirkulasi darah di perut, yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan.