Pencegahan dini cerebral palsy dapat membantu mengurangi beban keluarga dan masyarakat serta meningkatkan kualitas populasi. Bagaimana pencegahan dapat dilakukan? Pertama, sebelum kelahiran, yaitu sejak ibu hamil hingga melahirkan. Perkembangan sistem saraf janin lebih unggul daripada sistem lainnya, dan karena janin bergantung pada ibu untuk bertahan hidup, maka kesehatan dan status gizi ibu hamil sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan janin, yang membutuhkan pemeriksaan prenatal dini yang aktif, prediksi janin, sosialisasi dan pendidikan egenetika, dan perawatan kesehatan perinatal yang baik untuk mencegah penyakit bawaan pada janin. Wanita hamil harus menghentikan kebiasaan buruk, seperti merokok dan minum alkohol; menahan diri dari penyalahgunaan obat-obatan seperti obat bius dan obat penenang; hindari influenza, rubella dan infeksi virus lainnya serta kontak dengan kucing dan anjing; hindari paparan zat berbahaya dan beracun seperti radiasi dan pemeriksaan USG yang sering dilakukan; dan sebaiknya hindari menonton televisi dan mengoperasikan komputer. Selain itu, wanita hamil dengan kondisi berikut ini harus melakukan pemeriksaan kehamilan sedini mungkin: 1. Wanita hamil yang lebih tua (di atas 35 tahun) atau pria di atas 50 tahun. 2. Perkawinan antara kerabat dekat. 3. Riwayat keguguran yang tidak dapat dijelaskan, kelahiran prematur, lahir mati, dan kematian bayi baru lahir. 4. Wanita hamil mengalami keterbelakangan mental, atau kedua kerabat dekat memiliki riwayat epilepsi, cerebral palsy, dan kelainan genetik lainnya. Jika kelainan janin terdeteksi pada awal kehamilan, hentikan kehamilan sedini mungkin. Yang kedua adalah saat lahir, yaitu saat persalinan. Asfiksia janin dan perdarahan intrakranial yang disebabkan oleh faktor intrapartum merupakan penyebab penting dari cerebral palsy pediatrik. Oleh karena itu, penting untuk mencegah kelahiran prematur dan persalinan yang terhambat, meningkatkan keterampilan medis dan etika staf medis, menangani semua aspek persalinan dengan hati-hati dan melakukan pekerjaan yang baik dalam menangani janin yang terhambat, yang merupakan bagian yang sangat penting dalam mencegah terjadinya cerebral palsy pediatrik. Sekali lagi, penting untuk memperkuat perawatan janin dalam waktu satu bulan setelah kelahiran, memberi makan bayi secara wajar, dan mencegah infeksi intrakranial dan cedera otak traumatis.