Lima kesalahpahaman tentang konsultasi infertilitas: Kesalahpahaman 1: Pengobatan lebih penting daripada pemeriksaan: Penting untuk memastikan diagnosis penyakit, dan pengobatan tanpa penyebab yang jelas adalah pengobatan buta yang tidak hanya membuang-buang uang, tetapi juga dapat menyebabkan resistensi obat dan serangkaian efek samping. Mitos dua, penyebab infertilitas terletak pada satu pihak: infertilitas adalah masalah bagi pria dan wanita, dan diagnosis awal harus dicari oleh kedua belah pihak, bahkan jika pria sehat kembali, dan tidak ada hubungan sebab akibat yang tak terelakkan antara penampilan fisik kebugaran dan kesuburan. Mitos 3, pengetahuan umum tentang kehamilan dan kesuburan disalahpahami: periode menstruasi bisa panjang atau pendek, dan siklusnya tidak selalu konsisten. Metode penghitungan masa aman hanya berlaku bagi mereka yang memiliki periode 28 hari, dan jarang sekali siklusnya 28 hari. Metode yang tepat adalah 14 hari sebelum menstruasi berikutnya (13-15 hari). Jika siklus menstruasi adalah 34 hari, ovulasi tidak terjadi pada hari ke-17, tetapi sekitar hari ke-21. Mitos 4, pengobatan tidak konsisten: infertilitas diobati berdasarkan siklus demi siklus, terutama untuk gangguan endokrin yang tidak jelas. Mitos 5, menunda kondisi dengan mempercayai resep rahasia: penyebab infertilitas sangat kompleks, dan resep parsial dan rahasia hanya bersifat empiris, yang tidak ditargetkan dan tidak berhasil untuk semua orang, dan terkadang justru menunda kondisi dan pengobatan.