Penyebab kebotakan pada wanita belum sepenuhnya dipahami, tetapi diperkirakan bahwa hal itu mungkin terkait dengan faktor genetik, faktor autoimun, trauma mental, stres yang berlebihan, dan faktor lingkungan yang dapat memicu penyakit ini. 1. Faktor genetik: Beberapa pasien dengan pola kebotakan mungkin memiliki latar belakang genetik tertentu, dan ini adalah penyakit genetik poligenik, tanpa perbedaan yang signifikan dalam kejadian antara pria dan wanita. Penelitian telah menemukan bahwa limfosit dan histiosit menyusup ke bagian bawah folikel rambut pasien dengan kebotakan. Dalam beberapa kasus, antibodi anti jaringan diri ditemukan, dan pasien dengan kebotakan dapat dikombinasikan dengan beberapa penyakit kekebalan tubuh seperti hipertiroidisme, vitiligo dan sindrom kering. Selain itu, stres mental yang berlebihan, polusi lingkungan dan alergi dapat memicu kebotakan. Gejala klinis utama kebotakan adalah kerontokan rambut yang tidak merata tanpa peradangan atau jaringan parut, dan rambut dapat tumbuh kembali pada tahap awal. Untuk pengobatan, glukokortikoid umumnya dipilih untuk memperlambat kerontokan rambut dan minoxidil untuk meningkatkan pertumbuhan kembali rambut, sementara komorbiditas harus diobati secara agresif. Meskipun kasus kebotakan ringan dapat sembuh secara spontan, namun ada juga tingkat kekambuhan yang tinggi, yang mengharuskan pasien untuk waspada.