Apakah kanker esofagus bersifat turun-temurun pada ayah?

Dalam dunia kedokteran, telah ditemukan bahwa jika kakek-nenek menderita kanker esofagus, keturunannya lebih mungkin untuk mengembangkan kanker esofagus daripada yang lain, yang dalam istilah medis disebut kerentanan genetik. Jika sang ayah menderita kanker esofagus, maka sang anak lebih mungkin menderita kanker esofagus. Garis ayah lebih tinggi daripada garis ibu, dan garis ibu lebih tinggi daripada garis kolateral. Selain itu, terjadinya kanker esofagus tidak hanya terkait dengan faktor genetik, tetapi juga dengan pola makan pasien. Misalnya, makan terlalu banyak makanan panas dan keras, atau makan makanan acar dan makanan berjamur yang kaya aflatoksin dapat menyebabkan kanker esofagus. Selain itu, faktor geografis seperti kurangnya elemen jejak di tanah lokal di kabupaten Henan dan Hebei membuat orang-orang di daerah ini lebih mungkin menderita kanker esofagus daripada tempat lain. Oleh karena itu, selain dari faktor diet dan geografis, kanker esofagus memiliki hubungan tertentu dengan faktor genetik. Jika sang ayah menderita kanker esofagus, anak-anaknya lebih mungkin menderita kanker esofagus di masa depan.