Apa itu sembelit? Apa saja bahayanya?

Apa yang dimaksud dengan sembelit? Apa bahayanya? Siapa pun yang memiliki tinja yang kering dan keras, buang air besar yang tidak lancar, atau buang air besar setiap beberapa hari sekali, dengan frekuensi yang sangat jarang, disebut mengalami sembelit. Umumnya, konstipasi klinis yang paling umum adalah konstipasi fungsional (kebiasaan), sebagian besar disebabkan oleh pola makan yang buruk, kebiasaan buang air besar, gerakan peristaltik usus, dan berkurangnya stres secara bertahap. Dengan perubahan struktur pola makan dan pengaruh faktor mental, psikologis dan sosial, sembelit telah sangat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat modern, dan berperan penting dalam terjadinya kanker usus besar, penyakit payudara, pikun dini dan penyakit lainnya. Pada infark miokard akut, kecelakaan serebrovaskular, sembelit dapat menyebabkan kecelakaan jiwa. Cara terbaik untuk buang air besar: 1, keinginan yang jelas tetapi tak terbendung untuk buang air besar; 2, tinja dapat dibuang segera setelah memasuki toilet; 3, buang air besar dapat dilakukan tanpa usaha atau pengerahan tenaga secara sadar; 4, kotoran dapat dibuang dengan lancar dan nyaman; 5, setelah buang air besar, seseorang dapat merasakan perasaan rileks yang menyenangkan; Prinsip-prinsip diet yang harus diperhatikan oleh pasien sembelit dalam kehidupan sehari-hari: 1, sangat disarankan untuk makan lebih banyak makanan kaya serat seperti semua jenis sayuran segar, Buah-buahan, rebung, dll., untuk meningkatkan sisa makanan; 2, biasanya harus minum lebih banyak air matang, membantu pelunakan tinja; 3, cocok untuk makan beberapa efek pencahar dari makanan, seperti: madu, wijen, kenari, susu, krim, dll.; 4, dalam masakan memasak bisa jadi cocok untuk menambahkan lebih banyak minyak goreng, seperti minyak kedelai, minyak sayur, minyak wijen, minyak kacang tanah, dll.; 5, cocok untuk mengonsumsi beberapa vitamin B dalam makanan, seperti kacang-kacangan, biji-bijian kasar, ubi jalar, kentang, dll., Untuk meningkatkan vitamin B, seperti kacang-kacangan, biji-bijian kasar, ubi jalar, dll., Untuk meningkatkan vitamin B, seperti kacang-kacangan, biji-bijian kasar, ubi jalar, dll., Untuk meningkatkan vitamin B. Kentang dan sebagainya, untuk meningkatkan gerak peristaltik usus; 6, hindari alkohol yang kuat, teh kental, kopi, bawang putih, cabai dan makanan perangsang lainnya, kurangi makan daging dan makanan amis dan kental; 7, untuk memastikan kebiasaan baik makan normal. Diet, keberpihakan, makan tidak teratur memiliki dampak negatif pada fungsi normal saluran pencernaan; 8, hindari makan berlebihan.