Jika seorang anak menggertakkan giginya di malam hari, orang tua sangat khawatir apakah ini merupakan kondisi medis. Jadi, apa alasan bayi menggemeretakkan giginya di malam hari? 1. Parasit usus. Parasit Ascaris hidup di usus kecil anak, tidak hanya merampok nutrisi, tetapi juga merangsang dinding usus, mengeluarkan racun dan menyebabkan gangguan pencernaan. Rasa sakit yang sering samar-samar di perut anak dapat menyebabkan insomnia, mudah tersinggung, dan gigi bergemeretak di malam hari. Strategi mengatasi: Berlatihlah kebersihan yang baik secara umum. Berikan obat cacing pada bayi Anda. 2. Makan malam yang berlebihan dan berminyak. Makan terlalu banyak untuk makan malam atau menambahkan makanan sebelum tidur tidak hanya memengaruhi penyerapan nutrisi, tetapi juga meningkatkan beban pada saluran pencernaan. Karena ketika Anda pergi tidur, saluran pencernaan masih memiliki banyak makanan yang belum tercerna, seluruh sistem pencernaan harus “bekerja semalaman”, bekerja terus menerus, bahkan otot-otot mengunyah dimobilisasi, kontraksi yang tidak disengaja, menyebabkan gigi gemeretak. Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan makan malam ringan dan tidak membiarkan anak Anda makan terlalu banyak sebelum tidur, tetapi tetap tinggal beberapa saat setelah makan sebelum menidurkan anak Anda. 3, kekurangan vitamin D. Anak yang menderita rakitis, akibat terganggunya metabolisme kalsium dan fosfor dalam tubuh, akan menyebabkan dekalsifikasi tulang, nyeri otot dan gangguan saraf tanaman, sering tampak berkeringat, teror malam, gelisah dan menggertakkan gigi di malam hari. Strategi mengatasi: di bawah bimbingan dokter untuk memberi anak-anak suplemen vitamin D, tablet kalsium, biasanya lebih banyak sinar matahari, situasi menggiling malam hari secara bertahap akan berkurang. 4, faktor mental. Beberapa anak biasanya tidak menggertakkan gigi mereka, tetapi jika mereka mendengarkan cerita yang menggetarkan hati sebelum tidur, atau setelah menonton TV atau kartun yang menakutkan atau menegangkan, mereka juga akan menggertakkan gigi mereka di malam hari karena sistem saraf mereka terlalu bersemangat. Alasan lainnya adalah stres, seperti tidak menyesuaikan diri dengan kehidupan taman kanak-kanak, ketakutan terhadap anak di kelas, pertengkaran dengan orang tua atau anggota keluarga, atau kunjungan anak yang sakit ke dokter atau vaksinasi, semuanya dapat menyebabkan ketegangan mental dan menyebabkan anak-anak menggemeretakkan gigi mereka di malam hari. Selain itu, sebagian anak yang terlalu aktif juga dapat menggemeretakkan giginya di malam hari. Strategi mengatasi: Jangan biarkan anak Anda menonton TV yang terlalu merangsang sebelum tidur. Sering-seringlah berkomunikasi dengan guru dan anak-anak, dan jika anak Anda memiliki simpul di hatinya, bantulah dia menyelesaikannya tepat waktu untuk meringankan tekanan psikologisnya. 5. Gigi yang tidak sejajar. Kekuatan yang berlebihan pada otot-otot pengunyah atau mengunyah dengan satu sisi gigi dalam waktu yang lama, serta hubungan yang buruk antara gigitan gigi dan terjadinya disfungsi sendi temporomandibular, juga dapat menyebabkan gigi gemeretak di malam hari. Selain itu, anak-anak dengan gigi yang tidak sejajar sering kali memiliki posisi otot mengunyah yang tidak normal, yang sering berkontraksi tanpa disadari saat tidur di malam hari, sehingga menyebabkan gigi bergemeretak. Strategi mengatasi: Bawalah anak Anda ke dokter gigi secara teratur dan lakukan ortodontik dan perawatan sesuai dengan saran dokter. 6. Postur tidur yang buruk. Jika kepala anak sering dimiringkan ke satu sisi ketika tidur, hal ini akan menyebabkan otot-otot pengunyahan menjadi tidak terkoordinasi, menyebabkan kontraksi abnormal otot-otot pengunyahan pada sisi yang tertekan, sehingga menyebabkan gigi bergemeretak. Anak-anak tidur dengan kepala tertutup di malam hari, karena akumulasi karbon dioksida yang berlebihan dan suplai oksigen yang tidak mencukupi, yang juga dapat menyebabkan gigi bergemeretak. Strategi: Jika Anda mendapati bahwa anak Anda memiliki posisi tidur yang buruk, bantulah dia untuk menyesuaikannya tepat waktu. Jangan biarkan anak Anda membiasakan tidur dengan kepala tertutup di siang hari.