Telur angsa juga merupakan salah satu jenis telur yang dianjurkan untuk dimakan sejak bulan keempat kehamilan sebagai suplemen protein. Selama kehamilan, pola makan yang seimbang harus dipertahankan, dengan daging, produk telur, dan produk susu yang dikonsumsi setiap hari. Nutrisi utama dalam telur adalah protein. Telur angsa memiliki komposisi nutrisi yang mirip dengan telur bebek, tetapi rasa telur angsa sedikit lebih rendah daripada telur ayam. Asupan harian telur tidak boleh berlebihan, biasanya 1-2 butir telur per hari. Asupan yang berlebihan akan menambah beban pada saluran pencernaan dan tidak kondusif untuk pencernaan, dan kuning telur juga mengandung kolesterol yang dapat berpengaruh pada lemak darah, sehingga harus dikonsumsi dalam jumlah sedang. Tidak perlu makan berlebihan selama kehamilan. Makan berlebihan dapat menyebabkan peningkatan indeks massa tubuh dan meningkatkan kemungkinan hipertensi dan diabetes selama kehamilan.