Kenaikan glukosa darah adalah hasil dari kombinasi berbagai faktor, dan merupakan proses bertahap dari yang ringan hingga yang berat, dan pengurangan glukosa darah juga memerlukan pemilihan metode yang tepat untuk berbagai faktor. Metode yang umum digunakan meliputi: Diet dan olahraga: Terapi nutrisi medis adalah dasar pengobatan diabetes. Prinsip-prinsip umumnya adalah menentukan asupan energi total yang wajar, distribusi berbagai nutrisi yang wajar dan seimbang, serta memulihkan dan mempertahankan berat badan ideal. Olahraga meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengontrol glukosa darah dan berat badan. Tergantung pada situasi individu pasien, latihan yang teratur dan tepat harus dilakukan di bawah bimbingan dokter, secara bertahap dan terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Pengobatan: Jika modifikasi gaya hidup tidak dapat mengendalikan glukosa darah, maka pengobatan harus dipertimbangkan. Obat untuk diabetes mencakup dua kategori: oral dan suntik. Obat hipoglikemik oral dibagi menjadi: agen penghasil insulin seperti sulfonilurea dan glinida; penghambatan keluaran glukosa hati biguanida; agen yang peka terhadap insulin seperti glitazones; dan penghambat alfa glukosidase yang menghambat penyerapan gula. Obat diabetes yang dapat disuntikkan terutama insulin, termasuk sediaan kerja panjang, kerja sedang, kerja pendek dan campuran. Selain itu, ada beberapa perawatan yang muncul lagi, seperti perawatan bedah metabolik, transplantasi pankreas dan terapi sel islet, dan manajemen keadaan hiperglikemik selama kehamilan, yang semuanya memiliki indikasi dan kontraindikasi masing-masing. Oleh karena itu, cara menurunkan glukosa darah cukup bervariasi, tetapi ketekunan jangka panjang adalah dasarnya.