Eritromisin dapat digunakan pada vulva untuk aplikasi topikal dan sering digunakan dalam pengobatan vulvodynia dan bisul vulva. Salep eritromisin memiliki sifat anti-inflamasi dan pereda nyeri, serta efek pelumas tertentu, yang sangat membantu untuk pemulihan penyakit. Jika seorang wanita mengalami gatal-gatal vulva sederhana, kemerahan dan pembengkakan lokal, serta nyeri vulva, ia harus segera pergi ke pemeriksaan ginekologi rumah sakit. Jika vulvodynia atau bisul vulva didiagnosis, penggunaan eritromisin secara lokal dapat digunakan untuk pengobatan yang lebih efektif. Eritromisin terutama bersifat antiinflamasi dan antiseptik, dan lebih efektif melawan infeksi bakteri, tetapi memiliki sedikit efek pada eksim dan infeksi jamur. Oleh karena itu, untuk wanita dengan eksim vulva, atau yang kulit vulvanya terinfeksi jamur, mengoleskan eritromisin tidak memiliki efek terapeutik. Selain itu, pengobatan peradangan vulva dapat dilengkapi dengan mencuci vulva dengan losion cemara majemuk atau losion anti gatal Chuan Bai dan kemudian mengoleskannya secara topikal. Saat mengobati bisul vulva, Anda perlu mendisinfeksi area tersebut dengan larutan povidone iodine sebelum mengoleskan eritromisin, yang akan lebih efektif dalam mengobatinya. Selain itu, wanita perlu menjaga vulva tetap bersih dan kering dalam kehidupan sehari-hari, makan lebih banyak makanan dengan kandungan protein tinggi, dan berolahraga dengan benar untuk memperkuat daya tahan tubuh. Hubungan seksual harus dilarang selama masa pengobatan untuk menghindari memperparah peradangan.