Apakah gusi berdarah pada anak-anak merupakan prekursor leukemia?

  Gusi berdarah pada anak-anak biasanya tidak dianggap sebagai pendahulu leukemia. Pada tahap awal leukemia terdapat tanda-tanda perdarahan dan beberapa pasien mungkin mengalami bintik-bintik perdarahan dan petechiae pada selaput lendir kulit, tetapi seringkali tidak ada perdarahan yang jelas dari gusi.  Gusi berdarah pada anak-anak paling sering dianggap sebagai akibat dari peradangan gusi atau perkembangan lesi periodontal, yang dapat terjadi ketika gusi disentuh. Kondisi ini juga dapat terjadi pada anak kecil yang gusinya lebih halus dan jika mereka tidak disikat dengan benar. Gusi berdarah juga bisa terjadi apabila trombosit berkurang, tetapi ada banyak penyebab trombositopenia, dan leukemia hanya salah satu yang lebih jarang dan lebih serius, dan bisa disertai dengan keluhan fisik lain yang lebih jelas, seperti anemia, demam dan pembesaran hati dan limpa. Selain itu, trombositopenia imun dan anemia aplastik juga dapat menyebabkan gusi berdarah akibat trombositopenia.  Bila seorang anak mengalami gusi berdarah, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi atau ahli hematologi untuk mengidentifikasi penyebabnya melalui tes darah rutin dan mengobatinya dengan tepat.