Air ketuban adalah salah satu ukuran kesehatan wanita hamil. Secara umum, cairan ketuban yang terlalu banyak atau terlalu sedikit tidak kondusif bagi perkembangan normal embrio. Cairan ketuban yang berlebihan dapat ditangani dengan beberapa cara. Metode berikut ini dapat digunakan untuk menangani air ketuban yang berlebihan: 1. Perawatan harian. Wanita hamil dengan cairan ketuban yang berlebihan perlu memastikan diet rendah garam dan mengurangi jumlah air yang mereka minum, dan mereka juga dapat mengonsumsi makanan diuretik seperti melon musim dingin. Lakukan pemeriksaan indeks cairan ketuban secara teratur dan pemantauan jantung janin. Pada saat yang sama, lebih memperhatikan istirahat, terutama pada posisi miring ke kiri, untuk meningkatkan sirkulasi rahim dan plasenta serta mencegah kelahiran prematur pada janin. 2. Obati penyebab penyakit. Jika disebabkan oleh hiperglikemia, kendalikan gula darah dan turunkan kadar gula darah; jika disebabkan oleh cairan ketuban yang berlebihan akibat anemia janin, berikan pengobatan transfusi darah pada waktunya; jika disebabkan oleh malformasi janin, berikan pengobatan intervensi pada waktunya. 3. Amniosentesis. Amniosentesis digunakan untuk mengurangi tekanan dalam rongga rahim, dan cocok untuk mereka yang memiliki usia kehamilan kecil, janin yang belum matang, dan gejala tekanan yang parah. 4. Perawatan selama persalinan. Setelah persalinan normal, ketuban harus dipecahkan secara manual sesegera mungkin dan kontraksi harus diberikan untuk meningkatkan kontraksi sehingga janin dapat dilahirkan tepat waktu. Pada saat yang sama, cairan ketuban yang berlebihan harus didiagnosis dengan jelas, penyebabnya diidentifikasi, dan kemudian diberikan pengobatan simtomatik. Oleh karena itu, jika seorang wanita hamil memiliki cairan ketuban yang berlebihan, ia harus pergi ke bagian kebidanan di rumah sakit tepat waktu untuk melakukan tes yang relevan untuk mengidentifikasi penyebabnya dan memberikan perawatan yang tepat.