Ini adalah bentuk tertinggi dari aktivitas kognitif manusia, yang mengungkapkan karakteristik intrinsik dan esensial dari berbagai hal. Berpikir meliputi analisis, sintesis, perbandingan, abstraksi, generalisasi, penilaian dan penalaran serta proses dasar lainnya. Berpikir normal memiliki: 1, bertujuan: mengacu pada berpikir di sekitar tujuan tertentu, dan memecahkan masalah. 2, koherensi: mengacu pada proses berpikir konsep mundur dan maju, saling berhubungan. 3, logis: mengacu pada proses berpikir yang sejalan dengan hukum logika berpikir, ada sejumlah penalaran. 4, praktis: mengacu pada pemikiran yang dapat lulus ujian praktik objektif. Delusi (khayalan) adalah gangguan isi pikiran, dalam penalaran dan penilaian patologis yang didasarkan pada pembentukan keyakinan yang terdistorsi secara patologis. Karakteristiknya meliputi: 1. Khayalan tidak didasarkan pada fakta dan tidak memiliki dasar objektif dalam kenyataan, tetapi pasien masih yakin akan hal itu. 2. Isi khayalan melibatkan pasien sendiri dan memiliki kepentingan pribadi dalam situasi tersebut, “orang lain berbicara tentang saya (diri saya sendiri), “seseorang mengikuti dan mengawasi saya (diri saya sendiri)”. 3. Isi khayalan bersifat unik secara individual dan merupakan fenomena psikologis individu, bukan keyakinan kolektif. 4. Isi delusi terkait dengan latar belakang budaya dan pengalaman pasien, dan biasanya sangat diwarnai oleh zaman. Delusi harus dibedakan dari fantasi. Fantasi adalah bentuk lamunan surealis, kombinasi dari berbagai elemen atau konten dalam bentuk pemikiran. Beberapa orang, ketika dihadapkan dengan frustrasi atau masalah yang sulit diatasi, cenderung berfantasi dan menempatkan diri mereka ke dalam dunia khayalan untuk mengatasi frustrasi dan mendapatkan kepuasan psikologis. Namun, delusi biasanya memiliki tujuan dan mudah diperbaiki. Delusi referensi: Pasien percaya bahwa hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar mereka yang tidak terkait dengan mereka, terkait dengan mereka. Misalnya, mereka mungkin berpikir bahwa orang-orang di sekitar mereka membicarakan mereka, bahwa batuk mereka ditujukan kepada mereka, atau bahwa apa yang disiarkan di televisi atau diterbitkan di surat kabar terkait dengan mereka. Delusi penganiayaan Pasien yakin bahwa dia dianiaya oleh seseorang atau organisasi, seperti keracunan, penguntitan, pengawasan, fitnah dan sebagainya. Pasien mungkin terpengaruh oleh delusi penganiayaan dan mungkin menolak untuk makan, melarikan diri, menelepon polisi, melukai diri sendiri atau menyakiti orang lain. Jika Anda melihat salah satu dari manifestasi ini, penting untuk menemui spesialis untuk memberikan konfirmasi sehingga deteksi dini dan diagnosis dapat dilakukan untuk memfasilitasi pemulihan dini dari penyakit.