Alergi dan pencegahan debu dalam ruangan

  Sebagian besar zat ini bersifat alergi dan dapat dengan mudah tersebar di udara dalam ruangan. Ketika pasien menghirup debu-debu ini, mereka dapat dengan cepat mengalami rinitis alergi seperti hidung gatal, sering bersin dan pilek, diikuti dengan batuk dan serangan asma, serta alergi kulit. Oleh karena itu, cara mengurangi debu dalam ruangan sangat penting untuk mencegah penyakit alergi. Menurut pengalaman klinis kami, pembersihan debu dalam ruangan harus dilakukan terutama dari aspek-aspek berikut: 1. Lingkungan tempat tinggal harus terhindar dari kelembapan dan kesuraman, dan area sekitarnya harus bebas dari udara yang tercemar. Yang pertama dapat mengurangi perkembangbiakan tungau debu dan jamur, dan yang kedua dapat mengurangi gas iritasi yang tidak perlu.  2. Penataan dalam ruangan: Furnitur dalam ruangan harus sederhana dan bersih, dengan permukaan yang mudah dibersihkan. Hindari sofa, kursi, gorden, dan kasur yang terbuat dari nilon tebal, yang cenderung menumpuk debu dan memudahkan pertumbuhan tungau debu dan lebih sulit dibersihkan. Jangan menggantung cermin, permadani dan benda-benda dekoratif lainnya di dalam ruangan untuk menghindari penumpukan debu. Lantai sebaiknya terbuat dari beton atau lantai kayu agar mudah digosok, bukan karpet. Hindari bunga, tanaman, dan pestisida. Hindari bau yang mengiritasi seperti asap, kamper, dan kosmetik.  3. Pengaturan dan pembersihan tempat tidur: Inti tempat tidur harus terbuat dari katun baru dan harus diganti secara teratur setiap 1-3 tahun sekali sesuai dengan situasi, tidak menggunakan selimut dan selimut sutra-katun, tidak menggunakan tempat tidur yang terbuat dari bulu binatang termasuk selimut, seprai, dan selimut yang terbuat dari kain yang lebih padat, dan mencuci dengan air panas setiap 10 hari sekali atau lebih, dan penelitian telah mengkonfirmasi bahwa penggunaan air panas pada suhu 100 ° C dapat membunuh tungau debu dan mengubah sifat protein penyebab alergi pada debu. Ini sangat efektif.  4. Jangan memelihara hewan peliharaan seperti kucing, anjing, dan burung di dalam ruangan, karena bulu, sekresi, dan diare hewan peliharaan ini dapat menjadi pemicu asma.  5. Perhatikan ventilasi di dalam ruangan, setidaknya dua kali sehari, selama 10-30 menit setiap kali tergantung pada musim. Debu harus dibersihkan dari ruangan secara teratur dan sebaiknya ditangani oleh keluarga pasien. Pembersihan umum harus dilakukan setiap 1-2 hari sekali dan pembersihan besar harus dilakukan sebulan sekali.  6. Anak-anak tidak boleh bermain dengan mainan yang terbuat dari wol atau bulu binatang.  Pasien asma yang alergi terhadap debu ruangan dapat secara signifikan mengurangi jumlah serangan alergi dan tingkat keparahannya setelah tindakan di atas dilakukan, dan bahkan dapat disembuhkan tanpa pengobatan. Semua pasien harus menerapkan langkah-langkah pengendalian debu di atas dengan hati-hati untuk pemulihan yang cepat.