Hiperkalsemia adalah keadaan darurat metabolik yang umum dan mengancam jiwa pada pasien tumor. Invasi tumor pada jaringan tulang mengakibatkan pelepasan kalsium dari jaringan tulang ke dalam aliran darah. Hiperkalsemia terjadi ketika mobilisasi kalsium dari jaringan tulang melebihi ambang batas ekskresi ginjal. Hiperkalsemia terjadi pada sekitar 15-20% pasien dengan tumor. Manifestasi klinis: Gejala sistemik: dehidrasi, penurunan berat badan, keengganan makan, pruritus, iritabilitas Gejala neurologis: kelelahan, mengantuk, kelemahan otot, hiporefleksia, kejang, kehilangan kesadaran, koma Gejala saluran cerna: mual, muntah, konstipasi, obstruksi usus Gejala ginjal: poliuria, insufisiensi ginjal Gejala jantung: aritmia atrium dan ventrikel, bradikardia Penanganan: 1. Diuresis hidrasi garam untuk mengurangi reabsorpsi kalsium. 2. Penggunaan bifosfonat seperti natrium iban fosfat, zolay fosfat, dll. 3. Kalsitonin dapat dengan cepat menghambat resorpsi tulang dan mengurangi kalsium darah dalam beberapa jam setelah pemberian. Namun, glukokortikoid harus diterapkan pada saat yang sama dengan kalsitonin, jika tidak, tubuh akan dengan cepat menghasilkan antibodi. 4 . Puccamycin mengurangi resorpsi tulang dengan mengurangi jumlah dan aktivitas sel osteolitik. Biasanya disuntikkan seminggu sekali dengan dosis 15-20μg/kg.