Cairan panggul bukanlah penyakit itu sendiri, tetapi hanya fenomena fisiologis biasa. Cairan panggul sederhana, yang secara klinis tidak bergejala tidak memerlukan penanganan khusus. Cairan panggul dapat dideteksi pada orang normal selama ovulasi dan setelah menstruasi, dan dapat hilang dengan sendirinya bila jumlahnya relatif sedikit. Bila terdapat cairan panggul dalam jumlah besar, seseorang perlu waspada terhadap tumor dan peradangan. Ketika seorang wanita berdiri atau berbaring datar, cairan dapat menumpuk di rongga perut menuju celah panggul dan hanya dapat dideteksi dengan USG. 10-30mm cairan panggul sangat tidak masalah dan tidak memerlukan penanganan yang disengaja. Ultrasonografi yang dilakukan selama ovulasi dan setelah menstruasi juga dapat mengamati cairan panggul, yang juga tidak memerlukan pengobatan. Jika jumlah cairan sangat banyak dan sudah lebih tinggi dari 30mm, bersama dengan nyeri perut, demam, keputihan bernanah, mual dan muntah, cairan panggul mungkin disebabkan oleh sindrom hiperstimulasi ovarium, penyakit radang panggul, kanker ovarium, tuberkulosis panggul, dll. Pasien harus pergi ke dokter spesialis ginekologi untuk perawatan dan tidak boleh menunda kondisi tersebut. Pasien harus meningkatkan nutrisi, olahraga, memperhatikan kombinasi kerja dan istirahat, serta bekerja dan beristirahat secara wajar untuk meningkatkan daya tahan tubuh.