Kemoterapi adalah pengobatan sistemik yang menggunakan obat kimia untuk membunuh sel tumor, menghambat pertumbuhan dan reproduksi, serta mendorong diferensiasinya. Namun, kemoterapi juga dapat merusak sel normal dan sel kekebalan (resistensi) sekaligus membunuh sel tumor, sehingga kemoterapi merupakan “pedang bermata dua” dan perlu diberikan di bawah bimbingan dokter. Kemoterapi tidak dapat menyembuhkan tumor, tetapi merupakan senjata ampuh dalam pengobatan tumor dan dapat digunakan untuk membuat mieloma multipel sembuh. Efek samping obat kemoterapi seperti reaksi gastrointestinal dan kerontokan rambut berangsur-angsur berkurang, sementara kemampuan untuk menyerang tumor secara tepat semakin meningkat. Banyak pasien mieloma multipel berusia 70-an atau 80-an tahun atau lebih tua dan dapat diobati secara individual, dengan rencana perawatan individual yang dirancang sesuai dengan tingkat keparahan kondisi pasien dan kekuatan fisik mereka. Kemoterapi tidak terlalu menakutkan, dan banyak lansia yang dapat menoleransinya.