Hemolisis biasanya terjadi tanpa memandang golongan darah, karena ini adalah proses penghancuran sel darah merah yang berlebihan dalam darah perifer dan memperpendek masa hidupnya. Jika laju penghancuran sel darah merah melebihi fungsi kompensasi sumsum tulang, pasien juga akan mengalami kondisi yang disebut anemia hemolitik. Anemia hemolitik dapat terjadi dalam kondisi tertentu, terlepas dari golongan darahnya, seperti empat golongan darah dalam sistem ABO, yang meliputi golongan darah A, B, O dan AB. Anemia hemolitik dapat terjadi dengan adanya anemia hemolitik autoimun, yaitu produksi autoantibodi anti sel merah. Juga dengan adanya faktor eksternal tertentu, seperti infeksi dan obat-obatan, hemolisis dapat disebabkan, terlepas dari golongan darahnya. Ada juga kasus hemolisis dengan adanya racun tertentu, seperti bisa ular, yang dapat terjadi tanpa memandang golongan darah.