3. Menghirup terlalu banyak udara: bayi baru lahir menghisap puting susu palsu, kepala ASI terlalu kecil atau puting susu cekung, pemberian susu botol saat puting susu tidak terisi susu, dll. Muntah yang disebabkan oleh penyebab ini dapat diredakan setelah menyusui dengan menggendong anak dan menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut setelah ia bersendawa.
4. Terlalu banyak pemberian ASI: terlalu banyak ASI di dalam perut sangat mudah dimuntahkan saat bayi menangis atau banyak bergerak, jadi berikan ASI secara teratur dan jangan makan berlebihan.
5. Rangsangan dingin: Bayi baru lahir lebih sensitif terhadap rangsangan dingin dan sering muntah terjadi karena kehangatan yang tidak memadai.
6. Minum obat pahit: Rangsangan obat pahit dapat menyebabkan refleks muntah.
7. Infeksi di luar saluran pencernaan: misalnya infeksi saluran pernapasan.
8. Kejang pilorus: bayi yang baru lahir lebih sering muntah dan ketika sehat, orang tua harus membawa anak-anak mereka ke rumah sakit untuk diperiksa.
9. Penyakit otak: misalnya infeksi intrakranial, perdarahan intrakranial, dll.
10. Gangguan pencernaan: Makan makanan yang tidak bersih atau tidak dapat dicerna, memberi susu dingin, dll. dapat menyebabkan muntah.
11. Obstruksi usus fungsional: misalnya kelumpuhan usus beracun.
12. Penyebab lain: misalnya alergi terhadap makanan tertentu, obat-obatan.
12. Penyebab lain: misalnya alergi terhadap makanan tertentu, obat-obatan.