Jika seorang wanita mengalami konstipasi parah pada trimester kedua, hal ini tidak hanya akan menyebabkan rasa sakit yang lebih besar, tetapi juga akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Hal ini dapat diatasi dengan minum lebih banyak air, jongkok secara teratur, diet, olahraga yang tepat, dan pengobatan. Wanita yang mengalami sembelit pada trimester kedua dapat minum lebih banyak air. Minum air putih setiap pagi saat perut kosong lebih efektif, karena dapat secara efektif meningkatkan gerakan peristaltik saluran cerna, dan air dapat dengan cepat mencapai usus besar, melonggarkan tinja dan membantu buang air besar. Anda harus pergi ke toilet secara teratur, baik saat ingin buang air besar maupun tidak, seiring berjalannya waktu, Anda akan mengembangkan kebiasaan buang air besar tepat waktu dan sembelit akan berkurang sampai batas tertentu. Secara khusus, penting untuk tidak makan makanan yang terlalu halus dan sulit dicerna, tetapi makanlah lebih banyak sayuran berserat, buah-buahan dan biji-bijian kasar, seperti kubis, seledri, daun bawang, apel, pisang, anggur, gandum, dan beras merah. Makanan-makanan ini merangsang pergerakan usus, sehingga meningkatkan keinginan untuk buang air besar dengan lancar. Penting bagi wanita untuk membiasakan diri berolahraga saat mereka hamil, tidak hanya untuk memperlancar persalinan, tetapi juga untuk mencegah atau mengurangi sembelit dengan melakukan olahraga yang dapat mereka lakukan, seperti berjalan kaki, melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan, dan yoga untuk ibu hamil. Jika sembelitnya sangat parah, Anda juga dapat menggunakan sumbat terbuka yang sesuai, yang lebih efektif untuk mengatasi sembelit, tetapi yang terbaik adalah menggunakannya di bawah bimbingan dokter.