Apa yang dimaksud dengan d-dimer tinggi?

D-dimer yang tinggi menunjukkan adanya peningkatan aktivitas koagulasi dan fibrinolitik dalam tubuh. Jika terdapat trombosis aktif atau aktivitas fibrinolitik di dalam pembuluh darah, D-dimer akan meningkat. Peningkatan D-dimer terlihat secara klinis pada berbagai kondisi, seperti keadaan hiperkoagulasi, penyakit ginjal, penolakan transplantasi organ, dan lain-lain. Jika ditemukan D-dimer yang tinggi secara abnormal selama pemeriksaan kehamilan, penting untuk mewaspadai terjadinya hiperemesis dan pre-eklampsia, karena D-dimer yang tinggi mengindikasikan hiperkoagulasi dalam tubuh dan hiperkoagulasi dapat menyebabkan pembentukan emboli lokal kecil di plasenta, yang dapat mencegah embrio menerima sumber nutrisi yang sesuai dan bahkan mempengaruhi embrio. Hal ini dapat mencegah embrio menerima sumber nutrisi yang sesuai dan bahkan mempengaruhi janin kekurangan oksigen, yang menyebabkan kematian janin. Oleh karena itu, penting untuk memantau tekanan darah dan perubahan D-dimer secara cermat, terutama pada trimester kedua. Sebagai kesimpulan, kadar D-dimer yang tinggi dan tidak normal yang ditemukan selama pemeriksaan kehamilan mengindikasikan keadaan hiperkoagulasi dalam tubuh dan harus diwaspadai terjadinya hiperemesis dan preeklampsia, sehingga penting untuk memonitor secara ketat perubahan D-dimer dan tekanan darah, serta mewaspadai trombosis vena setelah melahirkan.