Pada wanita hamil dengan adenomiosis, terdapat dua periode risiko selama kehamilan, yaitu awal kehamilan dan persalinan. Periode risiko pertama biasanya dilalui pada usia kehamilan 12 minggu, saat kehamilan menjadi aman. Namun, sejak persalinan hingga plasenta lahir sempurna, periode risiko dapat terulang kembali. Lingkungan intrauterin yang buruk pada wanita dengan adenomiosis dapat memengaruhi pembuahan sel telur secara normal, dan bahkan setelah sel telur dibuahi, terdapat risiko aborsi dan pre-eklampsia pada awal kehamilan. Namun, setelah minggu ke-12 kehamilan, kantung kehamilan melekat dengan kuat dan keguguran lebih kecil kemungkinannya untuk terjadi. Oleh karena itu, setelah 12 minggu kehamilan, periode risiko masuk ke dalam periode aman dan berlanjut ke trimester kedua. Selama persalinan, adenomiosis dapat menyebabkan perlekatan plasenta yang tidak normal, seperti perlekatan plasenta dan implantasi plasenta, sehingga menyebabkan plasenta tertahan dan perdarahan pascapersalinan, yang dapat menjadi lebih kritis. Wanita hamil dengan adenomiosis perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, istirahat di tempat tidur dianjurkan pada awal kehamilan untuk meminimalkan jumlah aktivitas agar tidak memicu keguguran, dan rawat inap dini dianjurkan pada akhir kehamilan untuk menunggu persalinan.