Glaukoma menyebabkan peningkatan tekanan intraokular, yang bila dilampaui oleh jaringan dalam mata, menyebabkan kerusakan fungsional, termasuk kornea, iris, lensa, dan terutama saraf optik.
Awalnya, hal ini dapat bermanifestasi sebagai penyempitan lapang pandang dan, jika tidak diobati, glaukoma pada akhirnya dapat menyebabkan kebutaan yang tidak dapat dipulihkan. Glaukoma akut dapat menyebabkan kebutaan dalam hitungan jam dan memerlukan perhatian medis segera. Namun demikian, sebagian besar glaukoma menyebabkan kebutaan sebagai proses kronis, dan dengan deteksi dini, pengobatan yang agresif dan tindak lanjut yang teratur, perkembangannya dapat dihentikan atau ditunda secara efektif, dan sebagian besar pasien dapat mempertahankan beberapa fungsi visual seumur hidup.