Banyak rasa kebas pada jari-jari tangan yang biasanya sembuh dalam waktu singkat, sehingga banyak orang yang mengabaikan penyebabnya. Bahkan, terkadang mati rasa pada jari juga dapat menjadi peringatan adanya penyakit fisik, biasanya karena sindrom lorong karpal, kerusakan saraf, dan faktor lainnya. 1, sindrom lorong karpal: kebiasaan hidup yang buruk seperti tidak banyak bergerak, postur duduk yang salah, hal ini akan membuat pembuluh darah tertekan, sehingga aliran darah terhambat, menyebabkan kurangnya suplai darah, sehingga menyebabkan mati rasa pada ujung jari. Situasi ini dapat diatasi dengan menggerakkan jari-jari dan memijat titik-titik akupunktur. 2, kerusakan saraf: beberapa pasien mengalami kerusakan pada saraf ulnaris atau median, yang dapat menyebabkan mati rasa pada jari-jari tangan, suatu kondisi yang umumnya memerlukan pengobatan untuk meredakan dan memulihkannya. 3, faktor lain: spondilosis serviks, stroke, diabetes, rematik dan penyakit lain pada pasien akan mengalami mati rasa pada jari. Hal ini mengharuskan pasien pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan terperinci, melalui pengobatan yang ditargetkan untuk meredakannya. Kita tidak boleh mengabaikan mati rasa pada jari-jari tangan, begitu kita menemukan bahwa situasinya tidak tepat harus segera mendapatkan perawatan medis, jangan sampai kondisi tersebut semakin serius.